Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-05 10:47:32【Resep Pembaca】390 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(69)
Sebelumnya: Ini kronologi lengkap temuan
Selanjutnya: BGN minta Dinkes ngak asal keluarkan SLHS untuk dapur MBG
Artikel Terkait
- Asuransi Jasindo Bangun Akses Pendidikan dan Kesehatan di Pedalaman Mentawai
- Rayakan 80 tahun perangi kelaparan, FAO gelar pameran global di Roma
- Netanyahu: Pasukan Israel akan tetap berada di Gaza
- BPKH targetkan dana kelolaan haji capai Rp188,9 triliun pada 2025
- BPKN wajibkan pelaku usaha patuhi regulasi keamanan pangan
- Konsumsi gluten bagi yang alergi berisiko picu kerusakan pencernaan
- Riset: Kril Antartika enggan konsumsi makanan bermikroplastik
- Kenali gejala
- Wabup Lambar ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
- Mendagri ingatkan pemda efisiensikan belanja birokrasi
Resep Populer
Rekomendasi

11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan

Askrindo Surabaya mitigasi "over financing" dari Rp200 T di Himbara

Empat ekor beruang muncul di perkebunan warga di Agam

Pemprov Jateng buka "hotline" aduan keracunan menu MBG

Panduan mudah memelihara lobster air tawar untuk pemula

MBG mandiri Kabupaten Penajam berdayakan lingkungan sekolah

China catat pertumbuhan konsumsi yang stabil di liburan Hari Nasional

Dua tahun perang Gaza dalam statistik